salman al farisi

Siapakah Salman Al-Farisi,Pencari Kebenaran Terunggul?

Salman Al Farisi meninggalkan semua ikatan keduniaan demi mencari kebenaran…

1,154 Views in
Story MakerCommunity ModeratorVerified UserContent AuthorQuiz MakerYears Of MembershipList Maker

Biodata Diri

Salman al Farisi adalah salah seorang sahabat Nabi saw yang berasal dari Persia. Salman sengaja meninggalkan kampung halamannya untuk mencari cahaya kebenaran. Kegigihannya berbuah hidayah Allah dan pertemuan dengan Nabi Muhammad saw di kota Madinah. Beliau terkenal dengan kecerdikannya dalam mencadangkan penggalian parit di sekeliling kota Madinah ketika kaum kafir Quraisy Mekah bersama pasukan sekutunya datang menyerbu dalam perang Khandaq.

Nama lengkapnya Mabah bin Budzkhasyan bin Mousilan bin Bahbudzan bin Fairuz bin Sahrk Al-Isfahani. Namun, ia lebih dikenal dengan nama Salman Al-Farisi. Nama panggilannya adalah Abu Abdillah dan digelari dengan Salman Al-Khair.Ia berasal dari desa Ji di Isfahan,Persia.Ia adalah seorang sahabat yang terkenal memiliki idea-idea yang bernas, memiliki tubuh yang sasa, dan pandai dalam ilmu-ilmu syariat.

Ia pernah menjadi penjaga api di kuil tempat pemujaan orang-orang Persia.Sebelum Islam datang, Salman memeluk agama Nasrani, kerana beliau terpikat dengan cara sembahyang mereka. Suatu ketika, atas nasihat seorang pendeta yang ditemuinya di Mosul, Salman pergi menemui Rasul yang saat itu sudah hijrah ke Madinah.Sang pendeta mengabarkan bahawa seorang Nabi akan diutus pada zaman itu.

Ia berpesan agar Salman mengikuti Nabi tersebut dan Nabi itu akan hijrah ke sebuah daerah yang banyak ditumbuhi pohon kurma dan daerahnya diapit dua bidang tanah yang berbatu hitam.Setibanya di Madinah, pada malam harinya, ia pergi menemui Rasulullah sambil membawa makanan sambil berkata, ”Makanan ini adalah sedekah.” Nabi tidak memakan makanan tersebut dan mempersilakan para sahabatnya untuk menyantapi makanan tersebut.

Kemudian Salman datang lagi dan membawa makanan sambil mengatakan, ”Makanan ini adalah hadiah.” Kali ini Nabi memakan sebagiannya dan sebagiannya beliau berikan kepada para sahabatnya.Suatu hari, Salman melihat ciri kenabian pada diri Nabi Muhammad Saw.Tatkala ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Nabi, di mana Nabi tidak makan sedekah, dan menerima hadiah, Salman pun segera mengikrarkan diri masuk Islam dan menceritakan liku-liku perjalanannya kepada Nabi Muhammad SAW.

Perang Khandaq

Perang Khandaq merupakan perang pertama kali yang diikuti oleh sahabat mulia ini. Kerana sebelumnya ia masih terkungkung oleh kebudakkan. Sampai akhirnya Rasulullah SAW mengerakkan para sahabat agar membantu Salman, iaitu untuk menebusnya. Setelah itu, Salman al Farisi sentiasa menyertai Rasulullah dalam peperangan seterusnya.Dalam perang Khandaq, Salmanlah orang yang mencadangkan untuk menggali parit berdasarkan pengalamannya dalam peperangan di Persia. Orang-orang Arab takjub dengan idea Salman untuk menggali parit tersebut.

Menjadi Gabernor Kufah/Madain

Semasa kekhalifahan Umar bin Khattab, Salman diangkat untuk menjadi Gabernor Kufah. Mendengar gabernor baru akan datang, para penduduk Kufah lantas sesak di jalan raya untuk menyambut kedatangannya. Mereka menyangka Si Gabernor akan diiringi oleh rombongan besar pasukan. Namun ternyata mereka salah, Salman Al Farisi datang ke kota itu sendirian dan hanya menunggang seekor keledai. Dia duduk di atasnya sambil memegang tulang berdaging yang digigitnya sedikit demi sedikit.

Saat menjadi gabernor, Salman bertemu dengan seorang saudagar yang baru pulang berniaga dari Syam membawa kurma dan buah tin. Saudagar itu menyuruh Salman untuk mengangkut barang dagangannya kerana ia menyangka Salman seorang kuli angkut barang. Salman pun membawa barang dagangan saudagar tersebut. Ketika saudagar mengetahui bahwa Salman adalah gabernor Al-Madain, ia meminta maaf atas kesalahannya. Akan tetapi Salman tetap membawa barang dagangan tersebut sampai ke tempat tujuan.

Kisah Anak Soleh Yang Mengendong Ibunya

Suatu hari ada seorang anak soleh (Salman al farisi) yang mengendong ibunya tercinta. Dikisahkan ibunya sedang sakit dan tidak boleh untuk berjalan sendiri.Saat perjalanan dari kota Madinah menuju kota Mekah dalam perjalanan melaksanakan ibadah Haji . Dapat dibayangkan panas terik matahari yang tegak diatas kepala ketika siang dan dinginnya malam hari serta beratnya gendongan pada di Salman bukan?

Betapa berbaktinya anak ini kepada ibunya yang ingin membahagiakan ibunya yang sedang sakit dengan menghantarnya menuju Baitullah walaupun dengan menggendong ibunya, betapa besar pengorbanan dan usahanya.Ketika akhirnya mereka sampai di kota Mekah untuk melaksanakan ibadah Haji mereka bertemu dengan Rasulullah.Bahagia sekali sang anak beserta ibunya ini ketika mereka bertemu denga Utusan Tuhan yang sangat mereka cintai dan mereka rindukan.

Terjadilah perbualan yang lebih kurang seperti ini Sang anak bertanya kepada Rasul, “Ya Rasul..apakah saya sudah berbakti kepada orang tua saya? Saya menggendong ibu saya di belakang saya sambil berjalan dari Madinah sampai Kota Mekah untuk melaksanakan ibadah haji”.Seketika itu pula Rasul menangis, Kemudian Rasul menjawab dengan diiringi tangisnya yang tersedu2, “Wahai Saudaraku, engkau sungguh anak yang luar biasa, engkau benar anak soleh, tapi maaf…(sambil terus menangis) apapun yang kamu lakukan di dunia ini untuk membahagiakan orang tuamu,apapun usaha kerasmu untuk menyenangkan orang tuamu, tidak akan pernah kamu memembalas jasa orang tuamu yang telah membesarkanmu”

Kisah Cinta Salman Al Farisi 

Pada suatu waktu, Salman berniat untuk mengakhiri zaman bujang dengan menikah. Selama ini, beliau juga diam-diam menyukai seorang wanita solehah dari kalangan Anshar. Namun beliau tak berani melamarnya. Sebagai seorang imigran, beliau merasa asing dengan tempat tinggalnya, Madinah.Salman pun kemudian mendatangi seorang sahabatnya yang merupakan penduduk asli Madinah, Abu Darda’.

Ia bermaksud meminta bantuan Abu Darda’ untuk menemaninya saat mengkhitbah wanita impiannya.Setiba di rumah wanita solehah tersebut, keduanya pun diterima dengan baik oleh tuan rumah. Singkat cerita Abu Darda’ mengutarakan hajat kedatangannya kepada tuan rumah tentang lamaran Salman kepada putri tuan rumah.Mendengarnya, si tuan rumah merasa terhormat. Tentu saja, kedatangan dua orang sahabat Rasulullah yang utama.

Salah satunya bahkan berkeinginan melamar putrinya.Namun si ayah tidaklah kemudian segera menerimanya. Seperti yang diajarkan Rasulullah, dia harus bertanya pendapat putrinya mengenai lamaran tersebut.Mewakili sang putri, ibunya pun mengatakan bahawa putrinya menolak lamaran Salman. Kemudian si ibu menjelaskan bahawa putrinya akan menjawab ia apabila Abu Darda’ memiliki keinginan yang sama seperti Salman.

Jika seperti pemuda pada umumnya, maka hati Salman pasti hancur berkecai. Ia akan merasakan patah hati yang teramat sangat. Namun Salman merupakan pemuda soleh, seorang mulia dari kalangan sahabat Rasulullah. Dengan keteguhan hati yang luar biasa, ia  menerima keputusan si wanita dengan lapang dada.Tidak hanya itu, Salman menawarkan bantuan untuk pernikahan keduanya. Tanpa perasaan hati yang hancur, ia memberikan semua harta benda untuk persiapan pernikahan. Salman juga akan menjadi saksi pernikahan mereka berdua.

Biografi Tokoh Ternama