Dunia Kian Sepi Tanpa Cinta Kerana Nya.

2,866 Views in , ,
Years Of MembershipCommunity ModeratorVerified UserUp/Down VoterContent AuthorStory Maker

Secara umum, kehidupan masyarakat hari ini telah terbiasa dengan cara hidup yang mendap dengan kehidupan masing-masing. Ruang privasi dimanfaatkan sepenuhnya. Bukan lah untuk mengatakan bahwa mereka tidak suka bersosial, tetapi lebih mengikut selera dan kehendak individu itu sendir.

Beberapa kota terbesar di dunia juga sedang mengalami kesepian. Segerombolan manusia melewati satu sama lain berlalu. Amat sedikit yang melempar senyuman atau berbicara.

Cinta tanpa sempadan

Terdapat juga situasi, tak pernah mengenali dengan tetangga mereka apatah lagi menegur sapa. Ketika saya masih kecil, rumah di kampong nenek saya berjauhan antara jiran. Tetapi pantang ada suara berbunyi riuh, pasti akan ada yang datang menjenguk bertanya khabar.

Rumah yang sentiasa terbuka untuk tetangga datang bertandang. Mereka akan saling membantu di saat-saat sulit dan hanya ada untuk satu sama lain. Ada lagi ke macam ini?

Kita sepertinya telah kehilangan.

Sifat kecintaan

Cinta romantis yang popular juga semakin berlalu dalam masyarakat moden. Bahkan telah dikurangi dengan keasyikkan melayari aplikasi smartphone. Bagi kita yang telah menerima Islam atas kemauan kita sendiri, kebanyakannya memiliki kekasih hati.

Kita lebih selesa menyesuaikan diri. Mencintai hanya jika cinta yang berbalas. Jika tidak, kita pun move on.

Cinta tanpa syarat. Contoh terbaik yang dapat kita berikan di dunia ini adalah cinta yang dimiliki orang tua terhadap anak mereka. Apa pun yang kita lakukan untuk anak-anak , tanpa mengharapkan imbalan apa pun kecuali melihat kebahagiaan mereka.

Apakah kita mengakuinya atau tidak, kita mengharapkan sesuatu kembali. Jika kita melakukan bantuan untuk seseorang, kita mengharapkan bantuan kembali. Paling tidak, berharap terima kasih. Tapi ia bukanlah sifat cinta sesama Islam.

Apa ertinya mencintai seseorang demi Allah?

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik, khadim (pembantu) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau berkata, “Tidaklah sempurna iman seseorang itu sehinggalah ia mencintai saudaranya seperti mana ia mencintai dirinya sendiri”. (HR. Bukhari)

Apakah kita saling berhubung lantas membangun komuniti yang kuat? Sebagai Muslim kita harus dapat saling membantu, menghibur dan merasa yakin bahwa seseorang akan ada untuk kita. Itulah cinta demi Allah.

“Dari Anas bin Malik RA, bersabda Rasulullah SAW: “Tiga perkara apabila terdapat pada diri seseorang, ia akan merasai kemanisan iman: Siapa yang cintanya kepada Allah dan Rasul lebih dari cintanya kepada yang lain, siapa yang cintanya kepada orang lain hanya kerana Allah (dan bukan kerana suatu tujuan duniawi), dan ia membenci kembali kepada kekufuran selepas Allah menyelamatkannya (dari kekufuran), sebagaimana bencinya akan dicampakkan ke dalam api.”(HR. Muslim)

Mencari cinta Allah

Kita boleh mendapatkan cinta dari Allah jika kita bisa saling mencintai demi Dia. Mungkinkah semudah itu?

Mencintai demi Allah adalah cinta tanpa syarat. Melakukan sesuatu untuk seseorang tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Lebih baik lagi, itu melakukan sesuatu untuk seseorang yang bahkan tidak kita sukai tetapi melakukannya hanya kerana Allah.

Bukan untuk dibanggakan juga bukan untuk dilihat. Ikhlas demi mendapatkan redha dari Allah. Berbuat baik untuk seseorang atau bersikap baik kepada seseorang tanpa motif tersembunyi.

Kita melakukannya tanpa mengharap ucapan terima kasih, tetapi mengetahui bahwa Allah berkenan kepada kita dan akan mencintai kita atas niat dan upaya kita.

Hari pembalasan

Seorang sahabat bernama Anas bin Malik bercerita, ada seorang bertanya kepada Nabi: “Wahai Rasulullah, bila berlakunya kiamat?”Baginda menjawab: “Apa yang kamu persiapkan untuk menghadapinya?”

Orang itu menjawab: “Saya tidak mempersiapkan untuk menghadapi hari itu dengan banyak melakukan solat, banyak berpuasa dan banyak bersedekah. Tetapi yang saya siapkan ialah cinta Allah dan Rasul-Nya.”

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Anta ma’a man ahbabta. (Kalau begitu kamu akan bersama orang yang kamu cintai).” (HR. Bukhari)

Hari Penghakiman adalah sangat menakutkan. Namun Allah telah berjanji untuk melindungi dan menaungi orang-orang yang saling mencintai demi-Nya. Jadi, adalah lebih baik untuk menambah ke dalam hidup kita lebih banyak amal demi Allah.